Pages

27 December 2009

Gatal Nak Menulis

Lame dah aku tak update blog ni. Tiba-tiba rasa gatal tangan pulak nak pos entry baru. Walaupun tak ade idea langsung, tapi aku tetap nak perah jugak otak ni supaya keluar idea-idea terpendam. Ceewaaah! Hahahaa!

Korang nak tau tak? Setelah beberapa kali menulis entry dalam bahasa Inggeris, aku dapati memang agak sukar bagi aku.

Pertamanya, idea macam tak berbuah langsung. Kadang-kadang memang ade, tapi buahnye tak berapa elok. Nak tunggu yang elok tu, sebulan sekali kot baru ade. (Adeh... apesal tiba-tiba ade bau ikan bakar nih??) Nak kata elok tu tak la elok sangat, setakat nak buat isi blog je. Ade sorang dua baca pun dah kira OK. Hehehe!

Yang keduanya pulak, bila idea dah datang, timbul pulak masalah lain. Malas. Malas nak translate, malas nak susun ayat dalam bahasa Inggeris, dan macam-macam lagi la.

Kesimpulannya, bagi aku, menulis blog dalam bahasa Inggeris ni memang tak seronot. Manfaat memang banyak, terutamanya kalau korang nak tambah koleksi vocab korang. Yang tak seronotnye, aku tak enjoy kalau menulis dalam bahasa ni. Tok ki aku kate, tak ade 'feel'. Benda yang kita nak sampaikan pun jadi tak sampai sebab orang tak minat nak baca. Sebelum ni, ade la beberapa orang yang selalu singgah kat blog ni walaupun tak terlalu ramai. Tambahan pulak, kalau orang search maklumat kat Google Search tu, kadang-kadang blog aku antara 10 teratas. Bangga jugak sposen. Hahaha! Tapi, lepas aku start tulis entry dalam bahasa Inggeris, nak ade orang singgah sehari pun payah.

Hmm... What should I do now?

Rasa-rasa macam nak kembali ke pangkal jalan, pastu nak start tulis semula dalam bahasa yang rakyat Malaysia faham. Tapi... takkan nak tinggal bahasa Inggeris pulak? Kalau tak menulis dalam bahasa Inggeris, alamat memang tinggal terus la bahasa Mat Salleh ni. Maklumla, pengajian yang aku tengah ikuti sekarang ni 98% dalam bahasa Arab. Selebihnya baru la dalam bahasa Inggeris. Itupun sebab subjeknya adalah "Bahasa Inggeris". Tak kan nak ajar dalam bahasa Arab gak kan? Hahahaaa!

Jadi... kite tengok ape akan jadi. Sama ada aku akan terus dengan 'training camp' ni, ataupun... Ntah. kite tengok je la ye =)

Jumpe lagi insyaallah.




::|| sEroNoTnyE bErbLoG ||::

15 December 2009

Kerana Ia Cuma Cecunguk

Kerana ia cuma cecunguk,
Pondok ini telah menjadi tempat diamnya sekian lama,
Perkampungannya tak sedikit,
Daerah-daerahnya banyak melata,
Lagak pondok ini mereka yang punya.

Kerana ia cuma seekor cecunguk,
Di mana kau nampak ia tenanglah,
Marahmu bisa menjadikan ia ghairah,
Lalu nampaklah olehmu besarnya masalah.

Kerana ia cuma seekor cecunguk biasa,
Cuba kau tengok apa yang ia punya,
Kesatuan mereka menyebabkan duniamu gelap,
Kala talian internetmu menjadi pelan,
Siapa yang kau marahkan?
Si Cecunguk yang kecil.

Kerana ia cuma seekor cecunguk kecil dan biasa,
Ia memenuhi segenap ruang kehidupanmu,
Mengisi senggang masamu yang terbuang sia-sia,
Menyatukan hati-hatimu yang patah,
Kadang-kadang juga bisa merubah pondok usangmu jadi lebih indah.

Mungkin di musim dingin ini akan datang tenang itu,
Walau sebentar nikmatilah,
Kerana Si Cecunguk bakal muncul kembali...

Kerana ia cuma cecunguk...




Tajuk : Kerana Ia Cuma Cecunguk
Coretan : Pak Din
Lokasi : Dalam bilik
Mood : Sangat baik, tapi lapar, sakit perut, tertanya-tanya ade crita apa malam ni kat tv.


Glosari
:

1) cecunguk : lipas kecil
2) pelan : perlahan, lambat




::|| sEroNoTnyE bErbLoG ||::

Economy? Mu'amalat? Hmm...

Assalamu'alaykum w.b.t.

Since I was in secondary school, I'm very afraid of this two subjects and I only learned it when I was in Form 3. I don't like accounting, banking, mu'amalat and many more that related to economy. Hehehe!

But, after several years studying some of Islamic disciplines such as Islamic Jurisprudence, Islamic Code, instead of little study of other disciplines such as Law of Contract together with various contract and banking terms, I became impressed by all of it.

I want to learn Mu'amalat and economy and understand it well . I want to know about Bursa Saham Kuala Lumpur (BSKL), what is stock means, what economists expect of world economy after 10 or 20 years, how to build a great business, what is the opinion of Muslim scholars about today's economy, and many more.



Unfortunately, I don't know how and where to start and which term I should understand first. Sometime I feel regret because I didn't want to study it before. Only now that I realized the important of mu'amalat and economy in producing better ummah. Huhu!

What can I do now is reading and trying to understand articles related to economy. When I have free times, I sometimes read Ustaz Zaharuddin's website. He is very well-known in Malaysia because of his knowledge and opinions about banking. His website contains current issues about economy, Islamic view of economy and mu'amalat, the risk of not following Islamic rules in running a business that will bring to jeopardies, and various terms and definitions about economy.

I hope I can understand all of these things until I can follow the right way ruled by Islam, as today many people disregard what Islam has ruled in economy and mu'amalat by taking and giving bribe, neglecting to pay zakat, gambling, etc...



So, don't forget to pray for me, and for all the Muslims.




New word(s) learned:

1. jeopardy - bahaya
2. disregard - abai



::|| sEroNoTnyE bErbLoG ||::


10 December 2009

Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat

Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
Kapan kau sempat menikmati hidup?
Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
Kapan kau hidup?
Kalau kau sibuk dengan kursimu saja
Kapan kau sempat memikirkan pantatmu?
Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu saja
Kapan kau menyadari joroknya?

Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?

Kalau kau pamer kepintaran saja
Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?
Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
Kapan kau pintar?

Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk membuktikan cela orang lain saja
Kapan kau menyadari celamu sendiri

Kalau kau sibuk bertikai saja
Kapan kau sempat merenungi sebab pertikaian?
Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
Kapan Kau akan menyadari sia-sianya

Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenungi arti cinta saja
Kapan kau bercinta

Kalau kau sibuk berkhutbah saja
Kapan kau menyadari kebijakan khutbah?
Kalau kau sibuk dengan kebijakan khutbah saja
Kapan kau akan mengamalkannya?

Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikir?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang dzikiri saja
Kapan kau mengenalnya?

Kalau kau sibuk berbicara saja
Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?
Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
Kapan kau mengerti arti bicara?

Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau memuisi?

Kalau kau sibuk dengan kulit saja
Kapan kau sempat menyentuh isinya?
Kalau kau sibuk menyentuh isinya sja
Kapan kau sampai intinya?
Kalau kau sibuk dengan intinya saja
Kapan kau memakrifati nya-nya?
Kalau sibuk memakrifatinya nya-nya saja
Kapan kau bersatu dengan Nya?

"Kalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengarkan jawaban"


Nukilan : Mustofa Bisri
Sumber : www.puisi-indonesia.org

My First Love Letter

After 1 week fighting of mid-sem exams, even I cannot answer them well, now I'm coming back with another stupid and unbenefit entry. Hahahaa!

When I was in toilet this evening, accidentally I made some flashback. I don't know why that memory came to me in such time. May be it was sent to me as an idea to be written in this entry =P

It is about my first love letter when I was in primary school.. Yup! My first letter that I wrote for someone who cares much about me. She didn't know me before because we are in different year. And that year, we are set to be in the same year for some reason.

The main important is when my friend asked me to write a letter for her.

"I don't know how to write it."

"It's easy. Just ask her some simple questions."

"How?"

"Ask her : why do you love (like) me?"

"And then?"

"Then, ask her about her last relationship with *****."

"It's crazy!"

"Yup. It's crazy."


Then I started writing that letter. I took one page from my exercise book, cut it into two, and wrote as what I learned from my friend.

"Assalamualaikum, how are you? I have some questions for you.

1) Why do you love (like) me? This doesn't mean that I don't like you. (Hahahaha!)
2) (I forgot)
3) (I forgot)

Please reply. Thank you."

After finishing that, I showed it to him and ask for his opinion. He said nothing.

Suddenly, arghh... my job in toilet is done! Hahahhaa!

Hmm... when thinking back of that, I feel that it is a very silly and funny moment. Actually I don't know much about love and couple. Or may be nothing I know about it. It was that girl who admires me and always defends me - as I was very young compared to my classmates and I always being bullied by some of them - instead of saying that she likes me. Hehehee!

That is some of my memories in my childhood time. Most of them are very funny that can make me really miss that.

@@@@@@@@@@@@@@@@$&$^(^^%$%$#
amp;$^(^^%$%$#
amp;$^(^^%$%$#
amp;$^(^^%$%$#
amp;$^(^^%$%$#

How to end this entry? Emm... Thank you =)



::|| sEroNoTnyE bErbLoG ||::



About Me

My Photo
x pandai nk berblog. harap sudi tunjuk ajar. hehe ^^,
back to top